Sinopsis:
Aku seperti bunga matahari yang selalu mengejar
matahari, hanya melihat pada dia: matahariku. Aku mengagumi kedalaman
pikirannya, caranya memandang hidup—malah, aku mati-matian ingin seperti
dirinya.
Aku begitu terpesona hingga tanpa sadar hanya mengejar
bayang-bayang. Aku menghabiskan waktu dan tenaga untuk mendongak sampai lupa
kemampuan diriku sendiri.
Aku bahkan mengabaikan suara lirih di dasar hatiku.
Aku buta dan tuli. Dan di suatu titik akhirnya tersungkur. Saat itulah aku
mulai bertanya-tanya: apakah dengan menjadi seperti dia, aku pun akan dicintai?
* *
*
Lagi-lagi,
dan lagi, saya jatuh cinta sama covernya. Jujur deh Gagas Media itu bagus
banget dalam hal desain covernya. Tapi kadang, hati-hati, covernya bisa menipu.
So don’t judge the book by its cover. Tapi kali ini saya bukan mau membahas
covernya menipu, atau isinya tidak sesuai, atau apalah itu. Saya hanya mau
mengatakan, saya suka covernya, gambar bunga matahari dengan sekelilingnya nuansa
kuning cerah. Sinopsisnya pun, bernuansa bunga matahari.