Selasa, 03 Februari 2015

[Review Komik] Love Button



 
Judul asli : Kokoro Botan
Pengarang : Usami Maki
Penerbit : m&c!
Series : 1 – 12 (tamat)
Tahun : 2011

Sinopsis:

Koga adalah orang yang menolong Niina ketika tiba-tiba sakit pada hari upacara penerimaan murid baru. Saat Niina nyatakan cinta padanya, Koga setuju untuk menjalani masa percobaan pacaran dengannya… Wah, senangnya!
Tapi ternyata Niina harus melalui hari-harinya dengan Koga yang populer dan selalu punya ide iseng untuk mengerjainya.

 * * * * * * *

Review:

Awal saya mau mengoleksi ini adalah karena jaminan namanya: Usami Maki—walaupun saya udah nggak cocok sih dari segi umur baca beginian. Saya udah beberapa kali baca karya mangaka satu ini dan menurut saya karya-karyanya lumayan (tapi sayangnya entah kenapa sekarang-sekarang ini tipikal gambar ceweknya suka mirip).

Tokoh cewek komik ini, Niina, seperti cewek pada umumnya. Biasa aja. Iya, bener-bener biasa aja. Wajah biasa aja, otak juga pas-pasan, tinggi biasa aja... Dan seperti sinopsisnya, Niina ini jatuh cinta sama cowok ganteng teladan bernama Eito Koga. Dulu saat penerimaan mahasiswa baru, Niina demam dan nggak sanggup jalan, dia terduduk di lorong sekolah. Lalu datang Koga membantunya ke UKS. Setelah itu Niina sempat mengamati Koga yang ternyata baik dan murid teladan, lama-lama ia jatuh cinta. Niina pun nembak Koga dan sayangnya ditolak, tapi Niina nggak menyerah dengan menawarkan 'percobaan' pacaran.

Setelah ‘percobaan’ jadian, Niina baru nyadar di balik wajah seriusnya, di balik tampang “anak baik-baik”-nya, Koga ini ternyata orangnya........ iseng banget. Suka banget ngerjain Niina, ngegodain Niina mentang-mentang dia tau si Niina pasti luluh sama apapun yang Koga mau -_- 
Tapi... masa sih Koga sendiri nggak luluh? Apa lagi yang harus dilakukan Niina?

* * * * * * *

Sampai ketika saya ngereview ini, di Indonesia komiknya baru sampai nomor 11. Panjang ya? Haha.

Ini komik dengan tema yang sederhana banget. Yap, bisa dibayangkan di volume-volume selanjutnya, si Niina yang polos banget ini berusaha keras supaya si Koga bisa jatuh cinta sama dia. Dan pastinya bakal muncul tokoh-tokoh lainnya, muncul masalah-masalah lain. Mulai dari adiknya Niina yang nggak suka banget sama Koga, mantan Koga, isu Koga bakal pindah, temen Koga yang ujung-ujungnya suka sama Niina, daaan masih banyak lagi.

Ngomong-ngomong soal Koga, si Koga ini bandelnya suka keterlaluan tapi cute abis! Ini bukan pertama kalinya saya jatuh cinta sama karakter manga ya tapi seriusan, dia cute—isengnya itu lho, bikin gemes *emang dasarnya gak kuat sama cowok cute* 


Koga ini tipe-tipe yang ngeselin rada jahat tapi ngegemesin. Suka nggak tega liat Niina diisengin, suka kesel sendiri bacanya kalo Koga lagi usil sama Niina, tapi di satu sisi mau terus liat Koga begitu *lah ini maunya apa*

Mungkin dari penggalan review di atas dan sinopsisnya, bakal terdengar seperti tipikal manga umumnya: “Ah nanti cowoknya juga pasti suka sama ceweknya”...... Oke, itu mungkin bener dan mungkin nggak, tapi entah kenapa saya suka idenya (plus gambarnya yang unyu :3). Jangan harap di volume 2 si cowok udah suka sama ceweknya (yang ada malah makin jahat, ups) karena ceritanya itu benar menunjukkan proses kedekatan mereka dan pendewasaan karakter. Gimana yang awalnya Koga yang iseng tapi lama-lama perhatian. Gimana Niina lama-lama jadi dewasa. Whoaa. Love it! ♡♡♡


RATE : 3/5

Senin, 02 Februari 2015

Naked



 Seri: The Blackstone Affair (book one)
Pengarang: Raine Miller
Tahun: 2012
Tebal: 208 halaman (paperback) || 99 halaman (e-book)

Sinopsis:

Review:

Brynne Bennet adalah seorang mahasiswa pascasarja Art Conservancy di University of London. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena Brynne berasal dari Amerika dan sekolahnya di London merupakan hasil beasiswa, Brynne bekerja sampingan sebagai model. Suatu hari, ia memenuhi permintaan temannya, Benny, untuk difoto telanjang—dan dipamerkan dalam sebuah galeri. Siapa sangka, foto telanjangnya itu dibeli oleh Ethan Blackstone, pemilik Blackstone Security International.

Pertemuan Brynne dan Ethan ternyata tidak sampai di galeri saja. Di luar galeri, Ethan melihat bagaimana tidak nyamannya Brynne dalam gaun dan high heels-nya untuk pergi ke stasiun; maka ia menawarkan—memaksa lebih tepatnya—Brynne untuk pulang bersamanya. Harusnya Brynne tidak begitu saja percaya pada Ethan, tapi sesuatu dalam dirinya membuatnya naik ke mobil Ethan.



Brynne tahu, pertemuannya dengan Ethan tak hanya sampai situ. Kalaupun berlanjut, hubungannya pun tak hanya sekadar kencan—yah, kau tahu, sesuatu yang berhubungan dengan tempat tidur. Tapi di satu sisi, Brynne ragu. Sanggupkah Brynne melupakan masa lalunya yang kelam dan menyakitkan, yang membuatnya mimpi buruk berulangkali? Mampukah ia jatuh cinta pada Ethan? Ethan yang dominan, Ethan yang tak mau mendengar kata penolakan dari partnernya, Ethan yang... liar.


"I'm not your girl, Ethan."
"You were during that kiss Brynne."


 * * * * * * *

Saya jadi malu sendiri nulis review ini, haha!
Ini bukan pertama kalinya saya baca novel erotika, tapi tetep aja bikin kipas-kipas. Buat saya sih adegannya nggak terlalu eksplisit ya—oke, eksplisit sih, blak-blakan juga tapi adegannya justru mampu dirangkai sama penulisnya hingga terkesan... sweet?—dibandingkan dengan novel erotika lain yang pernah saya baca.

Ethan Blackstone, ya udahlah yaa ini pria sempurna fisiknya. Tipe-tipe Alpha male, kaya, tampan, seksi, hot, pedulian, sweet, dan segala istilah lainnya yang mendekati sempurna. Dia dominan, overprotektif, jujur ingin menjalin hubungan dengan Brynne, tak ragu-ragu kalau dia salah dan minta maaf. Ah, what a gentleman. Saya terenyuh sih awalnya, tapi lama-lama rasanya cheesy gimana gitu ya (atau karena terjemahannya yang ‘kasar’ yang bikin jadi cheesy, entahlah), haha.

“You hit me the instant I saw you.” he said, gruffly. “I couldn’t look away. I wanted you immediately. Excessively. Almost violently.”


Sayangnya, ceritanya singkat banget. Cuma sekitar 99 halaman versi e-book. Alurnya cepat sekali, tiba-tiba Brynne udah jatuh cinta aja—atau saya yang miss sesuatu, maafkan deh. Lumayan ter-distract adegan hot-nya soalnya *kipas lagi*

Dan saya bisa katakan, endingnya menggantung. Begitu saya rasa lagi mau seru-serunya... tiba-tiba end of book. Yap, karena ini trilogi jadi wajar aja banyak masalah yang belum selesai dan rahasia-rahasia yang belum ketahuan. Masa lalu Brynne sebenarnya, Ethan yang tampaknya punya masa lalu dalam misteri juga, hubungan masa lalu Brynne dengan pekerjaan Ethan... semuanya. 


RATE: 3/5


PS: Sebenarnya kalau ebook ada versi terjemahan Indonesia-nya, tapi ada beberapa kalimat yang saya pribadi nggak mengerti—entah terjemahannya terlalu ‘kasar’ atau entah apa, akhirnya saya memutuskan untuk baca juga versi Inggrisnya. Dan lebih enak. Lebih hot #halah

[Review Komik] The Cloud Maker



 Judul asli : Sorairo Kanzume
Pengarang : Nali Kuroba
Penerbit : m&c!
Tahun : 2008

Sinopsis:

Sao, turun ke dunia manusia untuk berlatih menjadi Cloud Maker yang baik. Di tengah usahanya untuk menjadi Cloud Maker yang baik, dia jatuh cinta pada seorang gadis. Perasaan cinta ini membuat dia terancam terusir dari khayangan... yang melarangnya jatuh cinta pada manusia, selama di dunia manusia.

Review:

Oke, jadi ini review komik pertama saya, jadi mungkin akan terlihat agak aneh atau nggak memuaskan #ciedebut #cieperdana

Sao, seorang Cloud Maker dari khayangan. Tugas seorang Cloud Maker adalah (pastinya) membuat awan dan menurunkan hujan ke Bumi—jadi, Cloud Maker adalah pengendali langit. Namun awan/hujan buatan Cloud Maker dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya perasaan/emosi. Karena itu kalau belum bisa mengendalikan perasaan, seseorang tidak bisa disebut sebagai “Cloud Maker”.

Karena itu Sao, bersama Hibiki sang sepupu sekaligus pengendali angin, turun ke dunia manusia untuk belajar mengendalikan perasaan, sekaligus melatih kemampuannya mengendalikan awan agar cuaca stabil.

Sao kira perjalanannya akan mudah—hanya sebatas “mengendalikan cuaca dunia manusia”. Tapi begitu Sao tak sengaja menemukan surat teman sekelasnya, Karin, untuk adiknya yang sedang sakit dan membuat pelangi untuk menghibur adik Karin; Sao tak menyadari bahwa ia akan terlibat masalah serius. Tanda-tanda di tubuhnya bahwa ia seorang Cloud Maker mulai memudar, dan membuat awan kini tak semudah biasanya.

Tanpa sadar, Sao melupakan satu syarat, bahwa ia tak boleh jatuh cinta pada manusia............... karena hukumannya: mati.

* * * * * * *

AHAHAHAY!! Jadi juga akhirnya saya meniatkan diri me-review ini setelah berkali-kali mager *curhat*

Anyway, mengenai komik ini, nggak kayak shoujo manga lainnya ya yang biasanya tokoh utamanya perempuan dan unsur utamanya romance. Di sini tokohnya laki-laki, dan romance jadi semacam ‘pelengkap’nya. Di sini, tokohnya—Sao—lebih menggebu-gebu demi menjadi Cloud Maker yang matang. Dan lebih ke isu keluarga juga sih, karena ternyata alasan kakek Sao menegaskan jatuh cinta pada manusia itu benar-benar terlarang ada hubungannya sama sesuatu di masa lalu. Wets, apa itu?

Saya selalu suka tema-tema fantasi seperti ini. Apalagi ternyata cara bikin awan lucu juga ya. Ceritanya, Sao punya semacam kaleng dan sedotan untuk membentuk awan. Kaleng ini ditiup pake sedotan itu, lalu pas kalengnya dibuka, keluarlah awan-awan. Haha!
 


Overall, saya cukup suka. Karena cinta-cintaannya nggak terlalu kentara, saya jadi nggak terlalu merasa bersalah karena sebenarnya komik-komik remaja ini kadang suka nggak cocok dengan umur saja #udahtuaya


RATE: 3/5

Blog Template by SuckMyLolly.com