Tampilkan postingan dengan label 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2012. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 April 2015

[Review Komik] Runway Model



 

 Judul asli: Runway Wars
Pengarang : Arai Kiyoko
Penerbit : m&c!
Series : 1-2
Tahun : 2012

Miri sempat menjadi model anak-anak terkenal sewaktu kecil. Namun karena tubuhnya pendek, Miri berhenti. Baginya dan dunia model, tak ada harapan ketika tubuh tidak bertambah tinggi. Suatu hari, Miri pindah ke kost-an yang dikelola neneknya. Di kost itu ia bertemu Terasawa, fotografer ahli yang sombong, yang menganggap dirinya takkan bisa menjadi model dengan tubuh pendeknya. Kesal, Miri pun bertaruh dengan Terasawa bahwa ia bisa menjadi model lagi...

♡♡♡♡♡♡♡

Sebenarnya sinopsisnya udah menceritakan inti ceritanya. Jadi, Miri berniat membuktikan ke Terasawa kalo dia bisa jadi model. Miri daftar audisi-audisi model dan ternyata nggak segampang yang dia bayangkan. Tapi di suatu audisi, Miri menjawab pertanyaan juri dengan meyakinkan dan benar-benar dari hatinya, membuat salah satu juri berkesan, sehingga si juri itu lalu............ hayoo ngapain? Biarin Miri gagal atau malah merekrut Miri? Baca sendiri dong :p haha! Yang pasti, keputusan itu bikin Miri berniat membuat ‘revolusi’. Hayo revolusi apa? Hmm :p

Semakin ke belakang pun, semakin keliatan kalo ada alasan ‘lain’ kenapa Miri meninggalkan dunia model. Alasan apa lagi? Apakah tubuh pendek nggak cukup jadi alasan? *semakin bikin penasaran nggak? Hahaha*

Yang pasti terlihat jelas: usaha Miri mencapai cita-citanya. Miri berhenti bukan karena dia mau, tapi karena kondisi tubuhnya memaksa—dan sebenarnya ada faktor keluarga sih. Tapiii, gagal sekali dalam audisi nggak membuat Miri berhenti. Semakin berusaha menjadi model, Miri sadar ia bukan hanya ingin membuktikan ke Terasawa, tapi karena memang ia memang ingin jadi model lagi.

Dan komik ini pun menambah kesukaan saya sama pengarangnya: Arai Kiyoko! Kyaaaa! Memang dari sejak dr. Rin, saya udah suka sih, hehe... Ceritanya nggak lebay, pasti ada meaning-nya (contohnya kayak Runway Model ini, ketara banget ceritain tentang keluarga, sahabat, mimpi dan cita-cita—bahkan Terasawa yang terlihat sombong ternyata punya goal terpendam dan background keluarga yang kurang baik), gambarnya unyu, momennya pas. Kisah cintanya pun kalo ada, nggak menye-menye dan porsinya pas ♡

Kalo saya perhatikan, Miri agak mirip dengan Kiri Koshiba (tokoh di Beauty Pop, dengan pengarang yang sama): agak cuek, cool, tapi sebenarnya manis dan baik. Atau bahkan sebenarnya mereka berkaitan, ada hubungan keluarga? Namanya aja cuma beda 1 huruf, tapi entahlah saya kurang tau karena belum baca Beauty Pop lengkap... tapi saya tetap suka siih hehe.

Anyway, suka sama ini! Singkat, cuma 2 volume, tapi lumayan bikin saya tergugah untuk memikirkan lagi mimpi saya sendiri.

Miri yang pendek aja mau usaha lagi mati-matian demi diakui, kamu? Apa mimpimu? :)


4/5
♡♡♡♡


Senin, 02 Februari 2015

Naked



 Seri: The Blackstone Affair (book one)
Pengarang: Raine Miller
Tahun: 2012
Tebal: 208 halaman (paperback) || 99 halaman (e-book)

Sinopsis:

Review:

Brynne Bennet adalah seorang mahasiswa pascasarja Art Conservancy di University of London. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena Brynne berasal dari Amerika dan sekolahnya di London merupakan hasil beasiswa, Brynne bekerja sampingan sebagai model. Suatu hari, ia memenuhi permintaan temannya, Benny, untuk difoto telanjang—dan dipamerkan dalam sebuah galeri. Siapa sangka, foto telanjangnya itu dibeli oleh Ethan Blackstone, pemilik Blackstone Security International.

Pertemuan Brynne dan Ethan ternyata tidak sampai di galeri saja. Di luar galeri, Ethan melihat bagaimana tidak nyamannya Brynne dalam gaun dan high heels-nya untuk pergi ke stasiun; maka ia menawarkan—memaksa lebih tepatnya—Brynne untuk pulang bersamanya. Harusnya Brynne tidak begitu saja percaya pada Ethan, tapi sesuatu dalam dirinya membuatnya naik ke mobil Ethan.



Brynne tahu, pertemuannya dengan Ethan tak hanya sampai situ. Kalaupun berlanjut, hubungannya pun tak hanya sekadar kencan—yah, kau tahu, sesuatu yang berhubungan dengan tempat tidur. Tapi di satu sisi, Brynne ragu. Sanggupkah Brynne melupakan masa lalunya yang kelam dan menyakitkan, yang membuatnya mimpi buruk berulangkali? Mampukah ia jatuh cinta pada Ethan? Ethan yang dominan, Ethan yang tak mau mendengar kata penolakan dari partnernya, Ethan yang... liar.


"I'm not your girl, Ethan."
"You were during that kiss Brynne."


 * * * * * * *

Saya jadi malu sendiri nulis review ini, haha!
Ini bukan pertama kalinya saya baca novel erotika, tapi tetep aja bikin kipas-kipas. Buat saya sih adegannya nggak terlalu eksplisit ya—oke, eksplisit sih, blak-blakan juga tapi adegannya justru mampu dirangkai sama penulisnya hingga terkesan... sweet?—dibandingkan dengan novel erotika lain yang pernah saya baca.

Ethan Blackstone, ya udahlah yaa ini pria sempurna fisiknya. Tipe-tipe Alpha male, kaya, tampan, seksi, hot, pedulian, sweet, dan segala istilah lainnya yang mendekati sempurna. Dia dominan, overprotektif, jujur ingin menjalin hubungan dengan Brynne, tak ragu-ragu kalau dia salah dan minta maaf. Ah, what a gentleman. Saya terenyuh sih awalnya, tapi lama-lama rasanya cheesy gimana gitu ya (atau karena terjemahannya yang ‘kasar’ yang bikin jadi cheesy, entahlah), haha.

“You hit me the instant I saw you.” he said, gruffly. “I couldn’t look away. I wanted you immediately. Excessively. Almost violently.”


Sayangnya, ceritanya singkat banget. Cuma sekitar 99 halaman versi e-book. Alurnya cepat sekali, tiba-tiba Brynne udah jatuh cinta aja—atau saya yang miss sesuatu, maafkan deh. Lumayan ter-distract adegan hot-nya soalnya *kipas lagi*

Dan saya bisa katakan, endingnya menggantung. Begitu saya rasa lagi mau seru-serunya... tiba-tiba end of book. Yap, karena ini trilogi jadi wajar aja banyak masalah yang belum selesai dan rahasia-rahasia yang belum ketahuan. Masa lalu Brynne sebenarnya, Ethan yang tampaknya punya masa lalu dalam misteri juga, hubungan masa lalu Brynne dengan pekerjaan Ethan... semuanya. 


RATE: 3/5


PS: Sebenarnya kalau ebook ada versi terjemahan Indonesia-nya, tapi ada beberapa kalimat yang saya pribadi nggak mengerti—entah terjemahannya terlalu ‘kasar’ atau entah apa, akhirnya saya memutuskan untuk baca juga versi Inggrisnya. Dan lebih enak. Lebih hot #halah

Rabu, 31 Desember 2014

Bukan Cupid (kumpulan cerpen)



Pengarang: Antonius Andrie, Christina Juzwar, Erlin Cahyadi, Esi Lahur, Irena Tjiunata, Janita Jaya, Lea Agustina Citra, Monica Petra, Nora Umres, Pricillia A W, Sophie Maya, Teresa Bertha, Valleria Verawati, Wiwien Wintarto
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2012
Tebal: 248 halaman

Sinopsis:
Apa yang terjadi bila kamu salah membawa buku milik Cupid, sang Dewa Asmara? Tanyakan itu pada Dito, yang sedang sebal pada Valentine karena ia jomblo forever.Maka kejailannya menuliskan aneka macam-macam nama berpasangan di buku itu memunculkan kejadian-kejadian yang aneh bin ajaib dan menghebohkan!

Review:

Kumcer ini berisi 14 cerpen bertemakan cinta. Nggak cuma “cinta” yang kepada lawan jenis, tapi ada juga cinta kepada Tuhan, orangtua, sahabat, dan lain-lain. Dari sekian banyak, favorit saya adalah:
 
Kasih Yang Terindah – Antonius Andrie
Menceritakan perjalanan Ardyan menemukan cinta sejatinya. Jatuh bangun dalam hidupnya, ditinggalkan orang-orang yang disayangi, tersakiti dan menyakiti orang lain membuatnya menemukan arti cinta sejati.
Cinta akan datang kepada mereka yang mau menanti, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang tetap mencintai meskipun hatinya pernah disakiti.

Sabtu, 20 Desember 2014

Runner-Up Girl (Hanna Natasha)

Judul: Runner-Up Girl
Pengarang: Hanna Natasha
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2012
Tebal: 168 halaman

Sinopsis:

Mira, seorang gadis SMA tahun pertama yang tomboi dan pintar. Mira mempunyai orang tua yang sangat kaya, namun seringkali orang tuanya meninggalkannya ke luar kota untuk bekerja. Mamanya juga selalu menuntut Mira agar selalu berprestasi dan menjadi nomor 1.
Aoi, seorang siswa SMA dan sangat cerdas seperti Mira. Usia Aoi sama seperti usia Mira, tetapi ia menduduki kelas 1 tingkat di atas Mira. Aoi juga anak yang mandiri. Tak seperti Mira, Aoi hanya anak sederhana yang hanya tinggal bersama ayahnya.
Sejak awal pertemuan mereka, Mira dan Aoi sudah bermusuhan. Mira juga tak menyangka Aoi akan merebut kedudukannya sebgai nomor satu.
Namun, tugas sebagai ketua dan wakil osis menuntut mereka ke hubungan yang menumbuhkan benih-benih cinta. Sayangnya, ayah Aoi tidak dapat menerima Mira dengan baik  Adakah suatu hal dari masa lalu yang menghalangi Aoi dan Mira untuk bersatu?

Review:

Mira awalnya mengikuti lomba karya ilmiah, karena itu mamanya menaruh ekspektasi besar terhadapnya. Mamanya yakin bahwa Mira akan menang. Tapi ternyata, Mira hanya juara 2. Yap, hanya. Juara 2 dari sekian ratus karya, bukankah itu jelas-jelas suatu prestasi? Tapi bagi mamanya Mira, itu bukan prestasi. Itu kegagalan. Mira gagal menjadi juara 1, apa gunanya menjadi juara 2, juara 3, atau seterusnya?

Rabu, 09 Juli 2014

Dark Love (Ken Terate)

Pengarang : Ken Terate
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Tebal : 248 halaman

Sinopsis:

Usiaku 17 tahun, hampir 18. Kelas 12. Hampir lulus. Dan aku hamil…
Kirana yang cerdas, cantik, dan ceria melihat semua impiannya luruh di depan mata. Hari-harinya mulai dipenuhi rahasia dan kecemasan. Ia nggak mungkin mampu melahirkan dan merawat bayi. Ia juga nggak mungkin mampu menghadapi celaan dari orang-orang di sekitarnya, teman-temannya, guru-gurunya, terutama kekecewaan orangtuanya. Saat ini Kirana berada di ambang jurang keputusasaan. Hidup seolah tidak menawarkan solusi apa pun padanya.
Bagaimana dengan cowok yang menghamilinya? Oh, cowok itu harus tetap sekolah. Dia nggak boleh terlibat. Dia cowok paling tampan dan paling cerdas di sekolah. Masa depannya begitu gilang gemilang. Kirana tidak ingin merusaknya. Siapakah dia? Kirana takkan pernah mau mengakuinya.

Review:

Kirana cerdas dan cantik. Kirana berasal dari keluarga berkecukupan. Ia diharapkan kedua orangtuanya, setelah hidup kakaknya melenceng jauh dari harapan orangtuanya. Ia punya Maria, Chacha, Andra, Alvin, dan Banyu. Berenam, mereka membentuk grup Hi  4, saling mendukung dan melindungi. Tapi pandangannya mulai berubah ketika Kirana sadar: ia hamil. Ketika hanya beberapa bulan lagi ia melaksanakan Ujian Nasional. Ketika peristiwa itu terjadi di luar pernikahan. Ketika peristiwa itu perlahan membuatnya menunjukkan tanda-tanda wanita hamil: mual, pusing, lemas, dan… perut membesar. Cowoknya mungkin mendukungnya, menyerahkan pilihan kepadanya: membesarkan bayinya atau menggugurkannya. Tapi bagaimana dengan sekolah? Kuliah? Orangtuanya? Teman-temannya? Apakah Kirana mampu bertahan?

Kamis, 03 Juli 2014

Jun!!! (Mia Arsjad)

Pengarang : Mia Arsjad
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Tebal : 208 halaman

Sinopsis:
Jadi anak baru di SMA itu nggak gampang. Apalagi buat cewek kutu buku kaya Dira. Ujung-ujungnya ya dapat teman kutu buku juga yang hobi nongkrong di perpustakaan. Tapi tiba-tiba di sekolah barunya itu dia melihat sosok yang dikenalnya berjalan keluar dari perpustakaan sambil melepas kacamata.
“Jun! Arjuna!” Dira memanggil dengan heboh, tapi kok… ada yang beda dengan sahabatnya itu ya? Dia seperti tidak mengenali Dira dan sikapnya dingin.
Dira masih ingat ketika SMP Jun mengajaknya janjian di taman sepulang sekolah, tapi Jun tak pernah muncul, dan malah menghilang tanpa kabar. Dan sekarang, setelah akhirnya mereka bertemu kembali, Dira malah mendengar banyak kabar miring soal Jun. Katanya, sekarang Jun jadi pemimpin cowok-cowok berandalan di sekolah. Dira sendiri bahkan memergoki Jun beberapa kali sedang… tawuran?!
Jun benar-benar sudah berubah. Padahal dulu Dira sempat naksir Jun yang kutu buku itu. Kira-kira kenapa ya Jun berubah? Sesuatu pasti terjadi. Dira harus mencari tahu!

Review:

Dira dan Juna adalah sahabat sejak SMP, sama-sama suka baca dan novel. Sayang, suatu hari Juna menghilang tanpa kabar. Begitu Dira pindah ke Bandung, ia bertemu dengan Juna. Tapi Juna yang sekarang hobi tawuran. Tapi sisi baik Juna ternyata nggak hilang. Ia sempat beberapa kali menyelamatkan Dira yang dengan cerobohnya terjebak di tengah tawuran. Terkadang pula, Dira menemukan sisi kutubuku Juna muncul di hadapannya. Juna bisa begitu baik, tapi bisa juga berubah dingin lagi. Dira tahu sesuatu pasti terjadi. Ia seolah diberi kesempatan, ketika mamanya “menitipkan” dia pada Juna—artinya, meminta Juna menjaga Dira. Kira-kira, ada apa?

Masa lalu itu bagian dari hidup kita, harus diterima bahkan seharusnya jadi pemicu untuk menjadikan masa depan lebih baik. (hlm.120)

Ini cerita yang fresh dan SMA banget. Jadi kangen masa-masa SMA dulu. Masa-masa jatuh cinta sama temen deket sendiri *ups. Dan memang tawuran masih sering banget terjadi. Nggak cuma anak sekolah aja yang tawuran, tapi juga mahasiswa. Tapi berkat novel ini saya baru tahu ternyata salah satu penyebab tawuran itu memperebutkan kekuasaan. Ya, Juna dalam novel ini adalah penguasa geng tawuran di SMA-nya. Ia dan gengnya “bertarung” dengan geng SMA lain demi memperebutkan wilayah dan jadi yang terkuat. Dan ternyata dia goyah hanya karena… Dira. Cewek kutubuku yang digertak dikit aja langsung lemas. Apalagi kalo bukan karena cinta? Duh, indahnya masa remaja.

Blog Template by SuckMyLolly.com