Minggu, 03 April 2011

Target: Amore (Hara Hope)

Sinopsis:
Kos Bidadari terkenal di Jalan Sekeloa, Bandung, karena cewek-cewek SMA yang kos di sana memang cantik-cantik. Tiga diantara para bidadari itu bernama Selly, Donna, dan Tika.

Selly selalu menjadi tempatc urhat teman-temannya, meski ternyata ia sendiri menyimpan masa lalu kelam. Karena trauma, Selly terlalu selektif menyeleksi cowok yang nembak, dia selalu terlebih dulu menilai tulisan dan tanda tangan cowok itu. Alasannya, kepribadian orang bisa kelihatan dari tulisan tangan.

Tika dan Donnai ingin membantu Selly mencari cowok impian. Mereka menyebarkan surat kaleng berisi teka-teki ke kos-kosan cowok di sekitar kos mereka. Siapa yang bisa menjawab teka-teki itu, dialah yang bakal menjadi cowok Selly. Tapi teka-teki mereka malah dibalas dengan teka-teki juga.

Kini Selly kena batunya. Dia jatuh cinta pada cowok yang bahkan belum pernah sekalipun dia temui. Yang hanya menyanjungnya lewat surat kaleng. Yang mampu membuat jantungnya berdetak lebih cepat dan penasaran ingin bertemu sang Amore...

------------------------------------------------------------------------------------------------------
Emm... Sebenarnya ini novel udah saya baca beberapa minggu lalu, tapi bentrok dengan UTS (yang menyebalkan) dan kemalasan saya untuk mengetik (hehe), jadilah terbengkalai... Dan juga, cerita ini rada complicated sih, soalnya menyangkut tentang cinta, keluarga, persahabatan, dan lain-lain yang pastinya rumit dan berhubungan satu sama lain.
Langsung saja yap...

Cerita dimulai dengan kedatangan seorang anak baru bernama Tika ke kos-kosan putri bernama Kos Bidadari. Kok Kos Bidadari? Pasti hal itu yang singgah di pikiran orang yang tidak mengenal daerah Kos Bidadari di Sekeloa, Bandung ini. Kos Bidadari terkenal dengan cewek-cewek cantik yang mengekos di situ—layaknya bidadari. Kecantikan mereka memang diatas rata-rata. Ada Donna, Selly, Mini (adik Donna), Lala, Regina, Asih, Anita, dan Rini (satu-satunya anak kuliahan).

Kembali ke cerita asal. Tika yang jauh-jauh datang dari Jakarta ke Bandung berniat menyimpan luka lamanya. Selly yang memang dipercaya jadi tempat curhat di Kos Bidadari, bersedia mendengarkan Tika. Awalnya Tika menolak, tapi lama-lama ia juga tak sanggup menyimpannya sendiri dan akhirnya ia menceritakannya pada Selly. Jadi ternyata, ia dikhianati oleh pacar dan sahabatnya sendiri. Mereka berdua ‘bermain api’ di belakang Tika. Tika tidak tahan terus melihat mereka di Jakarta, akhirnya pindah ke Bandung.

Inti masalah Tika sebenarnya adalah krisis kepercayaan diri. Selly pun menyuruh Tika menulis “Tiada teman sehebat Tika. Akulah Tika” sebanyak 15x setiap hari sebelum tidur. Selly percaya, kata-kata itu akan memupuk kepercayaan diri Tika walau secara tak sadar.

Tika yang ingin berterima kasih, lalu bertukar ide dengan Donna. Mereka pun sepakat untuk mencari jodoh Selly—yang notabene nggak pernah terlihat jalan dengan cowok atau bahkan membicarakan cowok. Caranya simpel: membuat surat teka-teki dan menyebarkannya ke kos-kosan cowok sekitar kos mereka. Lala, Asih, Regina, Mini, dan Anita bertugas menjadi kurir, mengantarkan surat tantangan ke kos-kosan cowok saat mereka tertidur lelap, alias tengah malam! Tapi dengan satu catatan: memastikan bahwa cowok Donna, Tirta, nggak ikutan sayembara ini dan nggak membocorkan rahasia ini pada cowok-cowok di kosan Tirta.

Awalnya yang datang hanya pepesan kosong, tak ada yang penting. Semua jawaban yang datang tidak ada yang menebak dengan benar. Tapi, hal yang tak disangka justru datang beberapa hari setelah batas waktu teka-tekinya... Seseorang menebak teka-teki Selly dengan benar! Tapi gawatnya, jawaban itu justru datang tanpa seorang pun mengetahuinya. Surat jawaban itu tergeletak di depan pintu, tanpa nama pengirim. Jelas, warga Kos Bidadari dibuat bingung karenanya. Apalagi, ia menjawab teka-teki plus memberikan teka-teki pula untuk Selly untuk menebak siapa dirinya.

Terus dan terus, datang surat dari sang Amore—sebutan Selly untuk sang pemuja rahasianya itu. Dan ia terus meninggalkan potongan puisi berisikan teka-teki siapa dirinya. Selly dan para penghuni Kos Bidadari pun berpikir keras siapa yang kira-kira berpotensi menjadi penulis puisi ini. Cara-cara yang ditempuh juga banyak. Semua demi mendapatkan siapa jati diri Amore yang sebenarnya...

Tapi... Jangan kira bahwa semua keseluruhan cerita ini hanya tentang Selly. Pas awal-awal justru menceritakan tentang Tika yang baru aja pindahan. Nggak cuma Selly dan Tika, tapi juga Donna, Mimi, Asih, dan penghuni Kos Bidadari lainnya. Dan jangan kira juga bahwa cuma Selly dan Tika yang punya rahasia.

Donna juga ada—walau sebenarnya bukan rahasia KELAM. Jadi, dulu sebenarnya Tirta itu menyukai Selly. Tapi Selly nggak mau terburu-buru (seperti tadi yang udah dibilang, Selly itu selektif milih cowok), dan alhasil malah jadi nolak Tirta. Tirta terpuruk. Donna yang mengira ini adalah kesempatannya—berhubung ia udah lama naksir Tirta—pun menyatakan perasaannya setelah sebelumnya ’minta ijin’ dulu sama Selly. Dan tak dinyana, Tirta menerima Donna dan akhirnya mereka jadian.

Kembali ke sang Amore... Awalnya saya juga menebak-nebak, siapakah si Amore sebenarnya. Bahkan saya sempat berpikiran bahwa Amore itu adalah XXX yang adalah YYY-nya ZZZ *maksa*. Berhubung sikap si XXX juga mencurigakan, menambah kepastian siapapun yang membaca bahwa si XXX itu adalah si Amore. Dan lagi kembali lagi ke kenyataan bahwa XXX adalah YYY-nya ZZZ dan sempat menyukai AAA, maka perkiraan saya bisa dipastikan benar!

Tapi ternyata saya salah. XXX bukanlah sang Amore. Endingnya juga cukup mengagetkan. Walau nggak diterangkan secara blak-blakan bahwa si Amore ternyata adalah si CCC (rahasia yaa hehehe :D), tapi secara umum kita para pembaca juga pasti bisa mengerti kok.

Namun ada satu hal yang terasa sayang dari novel ini. Plotnya cukup bagus, cuma penjabarannya aja yang kurang. Misalnya, kenyataan bahwa ternyata si XXX itu bla bla bla itu kurang diberi waktu. Harusnya ada kejadian ini-itu yang menunjukkan XXX itu bla bla bla, jangan langsung dijelaskan (maksudnya biar bikin penasaran). Nah, kan ada juga adegan Donna sama Selly berantem. Nah, buat saya, waktu pertengkaran mereka bisa dibilang kurang lama *plaaak*.

Tapi tetap saja, novel ini bagus kok =). Jarang ada cowok yang memberi teka-teki yang ternyata ’jawaban’nya itu nggak diduga...

Rate:




Judul             : Target : AMORE
Pengarang    : Hara Hope
Penerbit        : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal             : 216 halaman
ISBN              : 978-979-22-2185-5

Regards, 
 

2 comments:

Fumiyo Ayabito KOREA mengatakan...

loh kak cowok amore ny sp ? ak baca tp diceritanya g disebutin nama cowoknya

Viktoria Mardhika mengatakan...

Ada kok cowoknya, disebutin di akhir-akhir. Emang nggak blak-blakan sih, tapi jelas kok siapa cowoknya :)

Posting Komentar

Blog Template by SuckMyLolly.com