Minggu, 08 Januari 2012

Pillow Talk (Christian Simamora)

Sinopsis:

Kami 'bersahabat' sejak kecil. Tepatnya, kalau ada kata lain untuk menggambarkan sesuatu yang melampaui 'sahabat', maka itulah kami. Berbagi cerita, berbagi rahasia. Bahkan, tanpa disadari, kami pun berbagi cinta. Tapi, apakah kau tahu, rasanya saling mencintai namun bertahan untuk tidak saling memiliki?

Percayalah, ini lebih buruk dari sekadar patah hati. Ini bukan kisah cinta yang ingin kau alami.

* * *

Dari sinopsisnya, kelihatan sekali bahwa ini akan menjadi kisah cinta antara sahabat.

Menceritakan Jo dan Emi yang udah sahabatan lama, dari masih di bangku sekolah (ga tau persisnya kapan) sampe sekarangketika udah kerja.

Jo, yang selama ini nyimpen perasaannya sama Emi, bertahan di samping Emi dengan statusnya sebagai 'sahabat'. Jo rela bertahan melihat Emi gonta-ganti cowokdengan rentetan pengalaman one-night stand-nya asal dia bisa terus di samping Emi. Tentu saja, Jo juga pacaran dengan cewek-cewek lain, supaya perasaannya gak terbongkar dan siapa tau dia bisa move on.

Hm... Biasanya, persahabatan antara cowok-cewek itu nonsense dan ga ada yang murni. Tapiii... Untuk kasus ini, beda. Emi juga punya prinsip: ga akan pacaran sama sahabat sendiri. Dulu waktu SMA, ada cowok namanya Santo yang masuk diantara Jo dan Emi. Mereka jadi temenan bertiga. Lalu, Emi dan Santo pacaran. Kemudian putus. Santo ga terima, trus mengejar-ngejar Emi. Jo yang melindungi Emi (karna emang dia sayang Emi) sampe berantem sama Santo. Semenjak itu, buat Emi, it's a big NO pacaran sama sahabat sendiri. Dia nggak mau persahabatannya hancur karena cinta.

Jo tahu itu, karna itu dia menyimpan perasaannya rapat-rapat. Tapi serapat apapun itu, persahabatannya dengan Emi selalu jadi batu sandungan buat pacar-pacar Jo maupun Emi. Selalu 'Jo dan Emi'. Dimanapun Jo berada, kalau Emi menelepon minta tolong, Jo akan siap ke tempatnya, meskipun saat itu dia sedang bersama ceweknya.

Kemudian, Emi yang udah 1 tahun menjalin hubungan steadyalias gak lagi cuma one-night standsama Dimas, dilamar. Emi memang mencintai Dimas, terbukti selama 1 tahun itu. Apalagi ketika Dimas menunjukkan rumah yang baru dibelinya kepada Emi, mengatakan bahwa itu adalah rumah 'mereka'wow, bikin Emi semakin yakin untuk menerima lamaran Dimas.

Tapi... Suatu ketika, Dimas berniat mengenalkan Emi pada mamanya di acara pernikahan sodara (lupa siapanya, hehe). Namun apa yang terjadi? Ternyata mamanya memang mendominasi kehidupan Dimas, tak terkecuali masalah asmara. Ada satu cewek yang ternyata adalah calon istri Dimas, dan di depan mereka (calon istri dan mamanya), Dimas mengenalkan Emi sebagai... 'teman'!

Sakit hati, Emi ngelupain Dimas. Dan kebetulan, saat itu ada tawaran tur ke Bali dari kantornya Jo. Jo mengajak Emi (mengingat hubungannya dengan seorang cewek bernama Feli belum serius juga).

Dan... Pergilah mereka ke Bali untuk satu minggu (bersama rekan kantor Jo yang lain tentunya).

Hm... Apakah akan terjadi sesuatu dengan kepergian mereka ke Bali? Apa Emi akan mengubah prinsipnya tidak-pacaran-dengan-sahabat-sendiri walau sebenarnya ia merasakan sedikit gejolak aneh ketika bersama Jo? Gimana pula dengan Ethan, bos Jo yang mulai flirting sama Emi?

* * *

Wow. Buku setebal 462 halaman ini berhasil membuat perasaan saya campur aduk sepanjang saya membacanya. Gemas, kasihan, sebal, sedih, ugh campur aduk.

Gemas karna sikap Emi yang terlalu mikirin dilema kapok-pacaran-sama-sahabat, yang ujung-ujungnya bikin berbagai pihak salah paham.

Kasihan karna Jo... well, dia cowok yang tegar. Sampai di mendekati akhir pun, dia tetep tegar. "He will be always a BOY FRIENDnever a BOYFRIEND." (hlm. 35)

Ada juga quote yang agak bikin terenyuh:
     "Tapi, kalo aku ngelupain kamu... Aku juga lupa caranya bahagia." (hlm. 451)

Anyway, di novel ini saya menemukan beberapa merk, narasi, dan percakapan yang merujuk pada fashion, mode, dan semacamnya. Saya kira yang menulis adalah pengagum atau pemerhati fashion. Saya coba cari namanya, di sini, dan ternyata memang penulisnya suka fashion. Yah pantaslah.

Bahasanya nggak berat, saya nyaman membacanya. Saking nyaman dan gregetnya malah ga nyadar kalau udah mau selesai. Haha. Potongan lirik lagu yang diberikan di awal bab juga nunjukin gimana beratnya jadi Jo... dan mungkin Emi? Entahlah, tapi yang jelas potongan lirik lagu itu lumayan nge-jleb.

Sifat si Jo ini juga... Bikin saya klepek-klepek. Dia mau ngelakuin apa aja buat Emi, bertahun-tahun stay di samping Emi... So sweet. Walaupun kadang-kadang pikirannya gak sehat, hehe, tapi wajarlah buat seorang cowok. Banyak juga adegan yang *ehem* menimbulkan sedikit fantasi liar di benak. (dan pas selese baru nyadar ini novel ratednya ‘DEWASA’ -_-)

Well, walaupun endingnya mungkin bisa ketebak, tapi yang bikin penasaran itu bagaimana-proses-menuju-ending-nya kan?
Love it.

Rate:





Judul               :  Pillow Talk
Pengarang     :  Christian Simamora
Penerbit          :  Gagas Media
Tebal                :  462 halaman
ISBN                :  978-979-78-0393-3


Regards,
 

2 comments:

shiningfairy mengatakan...

sist punya ebooknya ga??

Viktoria Mardhika mengatakan...

Waduh... aku ga punya ebooknya

Posting Komentar

Blog Template by SuckMyLolly.com