Rabu, 19 November 2014

The Devil Loves Cinnamon (Ima Marsczha)



Pengarang : Ima Marsczha
Penerbit : Gagas Media
Tahun : 2009
Tebal : 244 halaman

Sinopsis:

Widya kaget melihat sosok laki-laki di hadapannya. Laki-laki berkaus pink itu adalah Setan. Ya, setan, setan sungguhan meski dia berkaus pink dan senang sekali mencium aroma kayu manis. Namun, jika sosok itu mungkin memang bisa mengabulkan permintaannya, gadis ini akan melakukan apa saja. Bunda tercintanya, yang sedang koma, harus sadar dengan cara apa pun.
Permintaan yang cukup sulit—bagi si setan sekalipun. Setan yang berwujud laki-laki itu malah terjebak di dunia manusia, dalam kehidupan Widya. Dia baru bisa pulang jika permintaan Widya dikabulkannya. Saat mereka sibuk mencapai kata sepakat, diam-diam, Widya sadar kalau dia mulai jatuh cinta kepada Setan penggemar kayu manis itu.

Review:

Semua berawal dari kecelakaan ibunya Widya dan berakhir koma di rumah sakit. Ketika sudah sekian lama merawat dan setia menunggui ibunya yang koma, Widya berjumpa dengan seorang bapak tua penjual buku. Ia diberikan buku hitam yang tulisan di dalamnya sudah memudar. Ada tertulis di dalamnya, cara memanggil setan yang bisa mengabulkan permintaan. Widya melakukannya dengan harapan si setan bisa menyembuhkan ibunya. Dan, muncullah si setan dalam wujud laki-laki. Tapi… benarkah si setan ini bisa mengabulkan APAPUN permintaan Widya—walaupun itu berhubungan dengan nyawa manusia? Widya kira, kehadiran si setan bisa membuat semuanya mudah. Tapi yang ia dan si setan tak sadari, efek pertemuan mereka ternyata tak terduga…


“Katanya, Tuhan sayang sama semua ciptaan-Nya.”
“Sama lo juga?”
“Iya, kali.”
“Lo sayang sama Tuhan?”
“…….Sayang, tuh, kayak gimana, sih?”
“Kalo kita lagi inget sama orang yang kita sayang, ada perasaan berdesir di dada.”
“Berdesir tuh kayak gimana, sih? Gue nggak pernah ngerasa gitu.”
“Kita rela berkorban demi orang yang kita sayang.”


GYAAAH.
Ide ceritanya bagus. Unik. Tentang setan yang terpanggil ke dunia manusia, lalu tinggal lama dan ternyata setan itu… ya, begitulah :) ada beberapa pelajaran juga sih dari novel ini. Biar dikata ceritanya menyinggung-nyinggung setan, Tuhan, neraka, surga, reinkarnasi, dan segala topik yang saya rasa masih menjadi misteri. Tapi, saya menikmati.

Mengenai karakter—beberapa halaman pertama, rasanya pengen banget ngejedukin kepala si Widya! Jadi anak kok manja banget. Semau-maunya dia aja. Nggak pengertian. Kzl. Hahaha. Tapi seiring saya membaca, ternyata si Widya ini lovable juga. Dia lumayan nggak menye-menye (kecuali soal ibunya yang sakit), lama kelamaan berubah menjadi lebih dewasa dan tegar. Yup, ada pendewasaan karakter. Sementara si setan ini juga lovable banget! Kadang ngeselin, “bandel”, kadang lucu, kadang ga terduga, kadang bikin gemes—padahal dia setan

Dan, novel ini 'manis'. Nggak menebar kata-kata indah-slash-puitis, tapi cukup dengan percakapan-percakapan yang lumayan realistis dan nggak menye-menye.

Tapi, tetep aja. Ada satu yang mengganjal. Rasanya emosi di percakapannya kurang. Ada beberapa bagian yang datar-datar aja (well, aya memang lebih suka percakapan dibanding narasi panjang mengenai deskripsi perasaan atau detail keadaan). Ah, Terutama endingnya—rasanya pengen saya maki-maki karena rasanya berlangsungnya datar aja—walaupun pada akhirnya saya suka aja sih. Hehe.


“Non, surga itu rumah Tuhan. Gue setan.”
“Tapi, kan, dulu lo bilang setan juga ciptaan Tuhan.”
“Iya. Tapi, tetep aja. Lo kira gue bisa seenaknya ngetok pintu rumah Tuhan. Terus dibukain pintu. Disuruh masuk. Disuruh duduk. Disuguhin minuman. Lo aja yang sama-sama manusia nggak bisa sembarangan main ke rumah presiden, kan?”


Ok, overall saya suka dan rasanya ini akan jadi novel yang mau-mau saja saya baca berulang kali nantinya. Bagi kamu pecinta kayu manis dan cokelat, give it a try! :)

PS: Btw, ini nama pengarangnya asing dan unik juga #salfok

Rate: 4/5

2 comments:

Rico Martha R. mengatakan...

Halo, salam kenal :D
wah saya kok baru tau buku ini ya. setannya pake baju pink? itu setan atau cupid? menarik nih buku kayaknya..

Viktoria Mardhika mengatakan...

Haha, itu pas awal ketemu setannya. Setan beneran kok, kalo Cupid mah udah biasa haha :D
Silakan dibacaaa, worth it kok!

Posting Komentar

Blog Template by SuckMyLolly.com