Rabu, 14 Maret 2012

Empat Musim Cinta


Sinopsis:

Ketika bangun di pagi hari, aku memikirkan dirimu. Ketika bersiap-siap tidur, aku memikirkanmu juga. Dan di antara rentang waktu itu, aku memikirkan kita...

Bersiap-siaplah dibuai oleh 16 buah cerita manis karya 8 orang penulis berbakat. Bebaskan dirimu untuk tersipu-sipu, tergelak, bahkan mungkin sampai menangis. Kenapa tidak? Tak ada yang salah atau benar. Karena cinta yang membuatmu begitu...

* * *

Kumcer ini disusun oleh 8 pengarang berbeda dan ada 16 cerita di dalamnya, berarti tiap penulis menulis 2 cerita.

Dari judulnya, saya kira semua cerita ini pasti berhubungan dengan cinta. Tapi ternyata tidak. Khususnya untuk cerita kedua oleh Adithya Mulya, yang berjudul 'Scene 40 Yang Bermasalah Itu'. Itu cerita yang... kurang nggak wajar sebenernya. Mengambil tema pocong yang lagi hot mungkin saat itu. Tapi ya tetep aja, dari awal sampe akhir ga ada hubungannya sama cinta-cintaan. Aneh malah, ha ha ha.

Ada beberapa cerita yang saya suka:

Dimsum (Adithya Mulya), atau DIMas SUMitro, sukses membuat saya terpingkal-pingkal. Betapa gigih perjuangan si lelaki (uh, sampai dipalak 3 kali!) demi menyenangkan hati ceweknya pemuja Dimas Sumitro, tapi tak ada yang ia dapat--ha ha ha;

Uji Setia (Okke 'Separumerah'). Tentang Andrea yang curiga pada cowoknya tak setia sehingga mendaftarkan diri di reality show 'Uji Setia'. Diramu dengan ending yang... sebenarnya predictable tapi tetep aja bikin kaget. Konsep reality show 'Uji Setia' juga oke. Memang ada reality show seperti itu atau murni karangan nih? Boleh juga :D ;

Mimpi Dari Ujung Timur Kalimatan (Rizki Pandu Permana) yang dengan briliannya memasukkan unsur sejarah dan budaya membuat saya teringat pelajaran sejarah;

Sekeping Hati yang Tersisa (S.A.Z Al-Fansyour). Kisah yang sendu tapi apik, tentang cinta yang menunggu dan ditunggu, tapi tak bersatu. Tentang pertemuan yang membuat rindu dan kenangan menyeruak ke permukaan (anyway, saya suka konsep duduk-duduk-sorenya, jadi penasaran dengan taman kota Makassar);

Menjemput Mempelai (Veronika Kusuma Wijayanti). Cerpen yang bagus, mengingat saya seorang Katolik jadi saya mengerti alur dan maksud cerita ini. Good job, Veronika. Kau menyampaikan maksudmu dengan baik dan lugas. Yap, ini sebuah cerita tentang penyesalan dan pertobatan. Semua selalu terjadi belakangan, tapi ingatlah, Tuhan tak mengenal kata 'terlambat'.

Saya juga suka cerpen karya Hotma Juniarti: Atas Nama Cinta. Gambaran umum terhadap wanita yang 'diajak' ke Jakarta dengan iming-iming gaji besar. Dan nyatanya? Tapi yah, di balik itu, selalu ada cinta sejati menunggu.

Satu cerita ringan namun agak nge-jleb : Pernah Jadi Aku?-nya Okke 'Sepatumerah'. Jadi teringat mereka-mereka yang secara fisik (maaf) seperti yang digambarkan di cerpen ini. Dan termenung. Mungkin ini yang mereka alami ya...

Saya suka kumpulan cerpen ini. Di luar novelnya yang minim typo, cerpen-cerpennya ringan, tapi ada yang menusuk hati. Seolah mengingatkan kepada diri sendiri. Juga menyiratkan pesan kehidupan lewat kata-kata cerdas dan ilustrasi cerita yang mudah.

Sesuai taglinenya: 'tentang aku, kamu, dan rasa'. Rasa rindu, misterius, cinta, sedih, bahagia, penasaran, semua campur aduk di dalam novel ini. Great :)

Apa kita diciptakanNya sepasang?
Sebab bersamamu ada indah harmoni
Sendiri, aku piano kehilangan bunyi (hlm.32)



My Rating:





Judul           :  Empat Musim Cinta
Pengarang : Adhitya Mulya, Andi F. Yahya, Hotma Juniarti, Andi Fauziah Yahya, Okke ‘Sepatumerah’, Rizki Pandu Permana, S.A.Z.Fansyour, Veronika Kusuma Wijayanti
Penerbit      :  Gramedia Pustaka Utama
Tebal            :  171 halaman
ISBN            :  978-979-7804-50-3


Regards,



2 comments:

Nana mengatakan...

wah menarik nih. aku belum pernah lihat bukunya. jadi pengen cari

Viktoria Mardhika mengatakan...

silakan dicari hehe :)

Posting Komentar

Blog Template by SuckMyLolly.com