Rabu, 15 Desember 2010

Feel Like A Woman (Tijih Andri)

Sinopsis:

Nadya shock! Milo, pacarnya, mutusin dia pas malam tahun baru. Kebayang dong gimana sedihnya hati Nadya??? Orang lain menyambut tahun baru dengan sukacita, Nadya malah nangis bombay karena tanpa sebab yang jelas Milo berbuat setega itu padanya.

Milo cuman bilang kalo dia udah bosan sama Nadya. Nadya gak habis pikir. Dia sampe keceplosan ngutuk Milo saking keselnya. Trus apa yang terjadi?

Milo bener-bener kena ‘kutukan’ Nadya. Berubah jadi kodok?? Bukan! Itu sih cerita pangeran dan putri jaman dulu... Milo berubah jadi cewek! Bener-bener cewek. Cantik, seksi, pokoknya cewek! Nah lho... Trus apa yang terjadi?

Hahahaha, novel yang lucu XD. Gue bener-bener kesel sama tokoh utama cowok—Milo. Dia bener-bener sok, bener-bener playboy cap kacang, jelek banget deh sifatnya! Mutusin cuma karna bosen sama si cewek?

Ow, ini jaman Reformasi, saatnya emansipasi wanita! Tanpa ba-bi-bu, tokoh cewek—Nadya—langsung mengutuk Milo supaya dia jadi cewek, supaya dia ngerasain apa yang dia rasain sekarang. Dan yep, bener terjadi. Milo berubah jadi cewek.

Lucunya adalah, saat Milo—alias Milly—benar-benar baru dengan barang-barang cewek, macamnya bra, pembalut, sepatu hak, rok, dan lain-lain. Pernah suatu kali ia pergi ke kantor sebagai Milly, tanpa memakai bra! Wow, bayangkan! Wanita umur 20 tahun-an tanpa bra? O_o

Tentu saja, Nadya yang nggak tau Milly adalah Milo, langsung membantunya. Walau agak aneh sih, membantu atasan memakai bra. Hellow, masa sih ada wanita 20 tahun-an nggak tau cara memakai bra? Tapi ya namanya juga novel fantasy, segalanya terjadi. Nadya nggak curiga, walau dia ngerasa rada aneh. Tapi masa sih ngomentarin atasan? Bisa dipecat dia.

Nah... Selama Milo menjadi Milly, ia sering mendapati sisi manis Nadya. Sisinya ketika ia bercerita bahwa ia dicampakkan kekasihnya—yang tak lain tak bukan adalah Milo (Milly) sendiri—membuat Milo tersentuh. Tanpa ia sadari, pelan-pelan ia mulai jatuh cinta lagi pada Nadya.

Suatu hari, datang pria dari Jepang, Daniel, ke dalam kehidupan Nadya. Pria itu adalah teman chatting Nadya, yang sama sekali belum pernah ditemuinya. (Hm, hal yang saya nggak suka adalah, chatting antara Daniel dan Nadya tidak dijelaskan. Sebelum-sebelumnya, cerita hanya berpusat di Milo dan Nadya, tanpa sekalipun menyinggung-nyinggung Daniel.)

Yep, bisa ditebak selanjutnya. Nadya tergugah oleh kedatangan Daniel, dan perlahan mulai melupakan Milo. Sementara Milo, yang dengan bodohnya menyadari cintanya pada Nadya, bersikeras tidak akan melepaskan Nadya (padahal dia yang pertama kali minta putus). Ia telah menjadi Milo yang utuh, tanpa sekalipun berubah jadi Milly.

Di saat Daniel dan Nadya memutuskan menikah, Milo justru datang menghancurkan mereka. Milo membawa Nadya pergi dengan mobilnya (oke, memang agak terdengar fantasy), dan terjadilah kecelakaan—sebuah truk menabrak mobil Milo. Lalu, setting novel berganti di sebuah kamar. Nadya terbangun dari tidurnya... Berarti, scene kecelakaan itu hanyalah bagian dari mimpi buruk Nadya.

-------------------------------------------------------------------------------------------

Sebenarnya, inilah yang menurut saya menjadi kekurangan novel ini. Tidak dijelaskan apa yang terjadi pada Milo selanjutnya—setelah ia menerima kutukannya—dan langsung dijelaskan Nadya dan Daniel menikah di bab epilog. Memang agak klise, tapi menurut saya juga not too bad lah...

Pokoknya, novel ini bener-bener pelajaran berharga buat para cowok yang mengaku dirinya playboy, dan pelajaran berharga buat cewek yang lagi patah hati!

Rating :


Judul             : Feel Like A Woman
Pengarang   : Tijih Andri
Penerbit       : Puspa Swara
Halaman      : 160 halaman
ISBN              : 979-24-4855-1

0 comments:

Posting Komentar

Blog Template by SuckMyLolly.com